KORANJURI.com - Melasti, Warga Bali Sucikan Benda Sakral Di Laut KORANJURI.com - Melasti, Warga Bali Sucikan Benda Sakral Di Laut

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4









Melasti, Warga Bali Sucikan Benda Sakral Di Laut


28 Maret 2014 | Koranjuri.com

Melasti, Warga Bali Sucikan Benda Sakral Di Laut
KORANJURI.COM Menjelang hari raya Nyepi tahun Caka 1936, ribuan warga di Bali mengikuti upacara Melasti yang dipusatkan di pantai. Dalam upacara ini, pretima atau Benda Sakral yang ada di pura dibawa ke laut untuk disucikan.

Selain itu, mereka juga melakukan sembahyang bersama untuk mensucikan diri dan alam semesta.

Pemangku Pura Desa Lan Puseh Denpasar, I Ketut Sastra menjelaskan, pelaksanaan Melasti atau biasa disebut dengan Melis, dilakukan seharian penuh oleh umat Hindu di Bali.

Melasti ini jadi upacara kolosal yang dilakukan pada hari yang sama secara bergantian. Warga datang ke pantai membawa pretima yang akan disucikan, terang Ketut Sastra, Jumat (28/03/2014).

Dijelaskan, rangkaian Hari Raya Nyepi diawali dengan upacara Melasti, pengerupukan atau malam menjelang Nyepi dan Ngembak Geni. Saat Ngembak Geni ini, warga mendatangi kerabat dan sanak saudara untuk bersilaturahmi.

Saat menjalankan Catur Brata penyepian, warga dilarang melakukan aktifitas kerja atau amati karya, amati lelungan atau tidak boleh bepergian, amati lelanguan yang berarti berpuasa dan amati geni atau tidak boleh menyalakan api.

Di Pantai Kuta, suasana Melasti cukup menarik perhatian wisatawan, Jumat (28/03/2014). Ritual tersebut diikuti ribuan warga dari 13 Banjar yang ada di desa Adat Kuta. Selama upacara berlangsung, turis asing maupun domestik tidak diijinkan berenang di pantai.


way/agw