KORANJURI.com - Politisi PDIP Gelar Piodalan KORANJURI.com - Politisi PDIP Gelar Piodalan

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




1 2 3 4









Politisi PDIP Gelar Piodalan


04 November 2013 | Koranjuri.com


Politisi PDIP Gelar Piodalan
KORANJURI.COM Kehidupan masyarakat Bali tak lepas dari kegiatan upacara, salah satunya adalah Piodalan yang merupakan upacara persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Piodalan juga berlaku untuk keluarga yang dilaksanakan di tempat suci keluarga. Ritual tersebut juga dilaksanakan oleh I Ketut Tama Tanaya yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Senin (04/11/2013).

Ini sudah turun temurun di keluarga yang diadakan setiap 6 bulan sekali. Sekarang ini termasuk kategori besar karena melibatkan Pedanda, kalau kecil cukup dengan Pemangku, kata Tama Tanaya di kediamannya yang berada di kawasan Tanjung Benoa, Senin (04/11/2013).

Menurutnya, Piodalan menjadi inti dari kegiatan keagamaan umat Hindu Bali untuk mempersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Secara kehidupan nyata atau skala, kegiatan tradisi seperti itu digunakan sebagai ajang silaturahmi keluarga.

Menurut Tama Tanaya, selama kurun waktu satu tahun, ada dua Piodalan yang dilakukan oleh keluarga besarnya yakni, Piodalan besar dan kecil.

Waktunya selang seling. Kebetulan sekarang pas bertepatan dengan piodalan besar, terangnya demikian.
Puncak seremonial dari acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut diantaranya, pemujaan yang dilakukan di merajan atau tempat suci keluarga, persembahyangan bersama dan ramah tamah.

Besok baru ke pura desa. Acara puncak sekarang bisa berlangsung sampai malam hari karena semua keluarga berkumpul, kata Tama Tanaya.

Terkait pencalonannya kembali di kursi legislatif provinsi Bali, Ketut Tama Tanaya mengatakan, kegiatan Piodalan itu hanya dikhususkan untuk keluarga dan bukan untuk menjaring simpatisan. Namun dirinya tidak menampik jika momen tersebut juga dimanfaatkan untuk ajang tukar pikiran terkait pencalonannya kembali di kursi dewan.

Kalau secara langsung menjaring simpatisan, tidak. Karena ini dikhususkan untuk keluarga, kata Tama Tanaya.


way